Prediksi tersebut dikeluarkan oleh JPMorgan dalam hasil risetnya yang juga menyinggung selama ini industri teknologi menjadi penyokong ekonomi AS.
"Kami percaya dirilisnya iPhone 5 berpotensi menambah seperempat sampai setengah poin kepada PDB (produk domestik bruto) di akhir tahun," kata analis JPMorgan Michael Feroli dalam hasil riset tersebut dikutip CNBC, Selasa (11/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga memprediksi iPhone 5 akan terjual 8 juta unit hingga akhir tahun ini. Ponsel pintar itu akan diluncurkan besok, Rabu 12 September 2012.
Ponsel pintar itu, kata Feroli, sangat berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi karena harganya yang mencapai US$ 600 dan hampir seluruhnya menggunakan bahan baku lokal, bahan impornya hanya US$ 200.
"Apa mungkin iPhone 10 nanti bisa menambah (pertumbuhan ekonomi) 1% per hari?" tanya analis Short Hills Capital Stephen Weiss.
Saham Apple sudah melompat 18% dalam tiga bulan terakhir menyusul rencana rilisnya ponsel pintar terbaru mereka. Sejak awal tahun ini, sahamnya sudah meroket 70% menjadikannya perusahaan termahal di dunia dengan kapitalisasi pasar US$ 637,9 miliar alias Rp 5.742 triliun.
(ang/ash)