Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pernah Hadang Amazon, Rakuten Tak Takut Bersaing di Indonesia

Pernah Hadang Amazon, Rakuten Tak Takut Bersaing di Indonesia


Achmad Rouzni Noor II - detikInet

Rio Inaba (rou/inet)
Jakarta - Nama Rakuten mungkin belum setenar perusahaan e-commerce lain di Indonesia. Namun raksasa Jepang ini mengaku tak gentar untuk berkompetisi. Pengalamannya dalam menghadang Amazon di AS, menjadi bekal untuk lebih percaya diri.

Rakuten memang baru setahun belakangan serius menggeluti ranah bisnis e-commerce Indonesia. Namun dengan sumber daya besar yang dimiliki, termasuk mitra bisnis yang sudah punya nama besar juga, tinggal tunggu waktu saja bagi Rakuten untuk merajai pasar.

"Semakin banyak kompetitor semakin bagus. Imbas dari persaingan baik untuk pelanggan. Produk makin bagus, pelayanan makin oke, dan pasar e-commerce jadi makin besar," kata Rio Inaba, Presiden Director & CEO Rakuten Indonesia, kepada detikINET saat ditemui di kantornya, MNC Tower, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum masuk ke pasar Indonesia, Rakuten yang berasal dari Jepang juga telah mengekspansi negara lain, khususnya pasar e-commerce di Amerika Serikat. Pesaingnya tidak main-main. Di sana ada Amazon yang telah lebih dulu menggurita.

"Dengan metode pendekatan pelanggan yang lebih personal dan memenuhi kebutuhan yang diinginkan, kami berhasil menghadang Amazon. Bahkan majalah Wired yang khusus mengulas teknologi sempat membuat liputan khusus bahwa era Amazon telah usai. Sayonara Amazon, katanya," ungkap pria yang dijuluki Popeye oleh rekan-rekannya ini.

Rakuten dalam e-commerce coba menawarkan sesuatu yang baru. Raksasa Jepang ini mengaku tak segan-segan untuk menyesuaikan programnya sesuai dengan kebutuhan pelanggan di Indonesia agar pelayanannya bisa optimal.

Rio ingin pelanggan e-commerce di Indonesia bisa nyaman bertransaksi online. Segala kemudahan coba ditawarkan. Mulai dari rasa aman membeli produk, hingga rasa aman bertransaksi dengan segala kemudahannya.

"Kami tak segan-segan mengeluarkan merchant kami dari membership jika ketahuan menjual barang palsu. Produk palsu tidak diinginkan oleh pelanggan kami. Bukan di sini tempatnya. Kami memang memberikan kriteria khusus dan menyeleksi merchant dengan ketat," kata Rio.

Untuk pelanggan, mereka juga diberi kemudahan bertransaksi. Mulai dari online payment internet banking, bank transfer lewat ATM, hingga cash on delivery (COD) begitu barang sampai di tujuan.

"Mereka bisa bayar di tempat dengan uang cash, debit, atau bahkan credit card. Terserah mereka untuk memilih metode pembayaran yang mana. Nanti petugas kami yang akan membawa mesin EDC-nya untuk menuntaskan transaksinya," jelas Rio.

Sejauh ini, merchant besar yang telah bergabung dengan Rakuten.co.id antara lain, Okeshop, Erafone, Selular Group Mustika Ratu, Martha Tilaar, Kose, Sony, Epson, Brother, Panasonic, Dell, Fujifilm, Yamaha, dan Electronic solution.

(rou/ash)







Hide Ads