Ini seperti ledakan bubble dot.com di awal tahun 2000-an tapi dengan siklus penciptaan dan kehancuran kekayaan yang lebih cepat.
Dot-commers (media sosial dan website) sempat menikmati fantasi kekayaannya selama beberapa tahun terakhir ini. Banyak yang jadi miliuner mendadak meski kekayaannya hanya bertahan beberapa bulan, bahkan hitungan minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekayaan media sosial sangat mudah berubah-ubah. Ini mencerminkan fakta bahwa penilaian perusahaan media sosial telah berfluktuasi dengan liar sepanjang tahun kemarin. Didukung oleh fluktuasi dalam ekspektasi investor mengenai aluran kas dan kesuksesan perusahaan di masa mendatang," kata Kaplan, dikutip dari CNBC, Kamis (2/8/2012).
Tentu saja, investor individual juga menanggung kerugian paling besar. Kerugian para pendiri media sosial tidak menarik banyak simpati karena mereka masih memiliki nilai ratusan juta bahkan miliaran dolar. Secepat hilangnya, kekayaan mereka juga bisa cepat kembali.
Namun untuk saat ini, kelima pendiri dotcom inilah yang paling 'Zucked':
5. Mark Zuckerberg
|
|
Dua bulan berlalu, kekayaan Zuckerberg sudah 'lenyap' lebih dari US$ 9 miliar (Rp 81 triliun). Kini nilainya berkisar di US$ 10,8 miliar (Rp 97,2 triliun). Rankingnya sebagai orang terkaya dunia menurut Forbes jatuh hingga di bawah peringkat ke-72. Zuckerberg juga keluar dari daftar 40 orang terkaya versi Bloomberg.
Apakah Zuckerberg peduli? Mungkin dia bilang, tidak. Dia mencoba mengubah dunia, bukan untuk mencari kekayaan. Tapi di Silicon Valley, uang menjadi ukuran segala-galanya.
4. Dustin Moskovitz
|
|
3. Eric Lefkofsky
|
|
Tetap saja, kekayaan 'kertas' Lefkofsky di Groupon sudah berkurang lebih dari 75%. Sahamnya dulu bernilai lebih dari US$ 4 miliar (Rp 36 triliun) semasa IPO. Lefkofsky masih termasuk seorang miliuner dengan holding di web-web lainnya. Namun kekayaannya di Groupon sudah menciut dan baru-baru ini Lefkofsky mengumumkan dia akan mencurahkan waktu dan tenaganya di perusahaannya yang lain.
2. Andrew Mason
|
|
Sayang, statusnya itu hanya bertahan 18 hari. Di akhir November 2011, harga saham Groupon mulai melorot hingga saat ini diperdagangkan kurang dari ΒΌ nilai IPO. Nilai bersih Mason saat ini: sekitar US$ 300 juta (Rp 2,7 triliun).
1. Mark Pincus
|
|
Seperti yang diketahui investor Zynga, Pincus keburu menarik uangnya sebelum saham perusahaannya terpuruk ke titik terendah. Pada Maret lalu, beberapa eksekutif perusahaan dan investor menjual sahamnya pada penawaran spesial. Pincus sendiri menjual saham sekitar US$ 200 juta (Rp 1,8 triliun). Sepertinya, Pincus tidak akan menginvestasikan uangnya di saham media sosial lagi.
(ang/fyk)