Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ini 5 Pebisnis 'dotcom' yang Kena Zucked!

Ini 5 Pebisnis 'dotcom' yang Kena Zucked!


- detikInet

Jakarta - Jatuh bangunnya harga saham Facebook telah menciptakan istilah baru dalam dunia keuangan: Zucked. Ciri-cirinya: kerugian mendadak ketika saham sebuah perusahaan dot.com anjlok dan kekayaan pemiliknya pun ikut 'menguap'.

Ini seperti ledakan bubble dot.com di awal tahun 2000-an tapi dengan siklus penciptaan dan kehancuran kekayaan yang lebih cepat.

Dot-commers (media sosial dan website) sempat menikmati fantasi kekayaannya selama beberapa tahun terakhir ini. Banyak yang jadi miliuner mendadak meski kekayaannya hanya bertahan beberapa bulan, bahkan hitungan minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Steven Kaplan dari Chicago University’s Booth School mengatakan, siklus hiper terbaru dari kekayaan teknologi mencerminkan fakta bahwa kekayaan sangat bergantung pada perubahan harian di bursa saham dan suasana hati para investor.

"Kekayaan media sosial sangat mudah berubah-ubah. Ini mencerminkan fakta bahwa penilaian perusahaan media sosial telah berfluktuasi dengan liar sepanjang tahun kemarin. Didukung oleh fluktuasi dalam ekspektasi investor mengenai aluran kas dan kesuksesan perusahaan di masa mendatang," kata Kaplan, dikutip dari CNBC, Kamis (2/8/2012).

Tentu saja, investor individual juga menanggung kerugian paling besar. Kerugian para pendiri media sosial tidak menarik banyak simpati karena mereka masih memiliki nilai ratusan juta bahkan miliaran dolar. Secepat hilangnya, kekayaan mereka juga bisa cepat kembali.

Namun untuk saat ini, kelima pendiri dotcom inilah yang paling 'Zucked':


5. Mark Zuckerberg

Sosok yang bisa dibilang tersukses di media sosial saat ini merupakan contoh paling tepat untuk menggambarkan kerugian akibat berinvestasi pada media sosial. Ketika Facebook debut di bursa pada Mei silam, saham Zuckerberg di perusahaan itu bernilai sekitar US$ 20 miliar (Rp 180 triliun). Dia lebih kaya daripada orang-orang Google dan tercatat sebagai orang terkaya ke-29 di dunia.

Dua bulan berlalu, kekayaan Zuckerberg sudah 'lenyap' lebih dari US$ 9 miliar (Rp 81 triliun). Kini nilainya berkisar di US$ 10,8 miliar (Rp 97,2 triliun). Rankingnya sebagai orang terkaya dunia menurut Forbes jatuh hingga di bawah peringkat ke-72. Zuckerberg juga keluar dari daftar 40 orang terkaya versi Bloomberg.

Apakah Zuckerberg peduli? Mungkin dia bilang, tidak. Dia mencoba mengubah dunia, bukan untuk mencari kekayaan. Tapi di Silicon Valley, uang menjadi ukuran segala-galanya.

4. Dustin Moskovitz

Pria 28 tahun yang membantu Zuckerberg mendirikan Facebook ini memiliki sekitar 133 juta saham di perhitungan terakhir. Saham ini bernilai lebih dari US$ 5 miliar (Rp 45 triliun) di harga IPO. Kini nilainya kurang dari US$ 3 miliar (Rp 27 triliun). Kerugiannya masih lebih sedikit daripada Zuckerberg tapi kehilangan 40% nilai kekayaan sangat terasa jika sisanya tinggal US$ 2 miliar (Rp 18 triliun) lagi.

3. Eric Lefkofsky

Lefkofsky telah menginvestasikan US$ 1 juta (Rp 9 miliar) dengan Andrew Mason untuk meluncurkan Groupon. Saham US$ 1 juta itu kini nilainya sudah berlipat ganda hingga lebih dari US$ 830 juta (Rp 7,47 triliun). Itu termasuk imbal hasil yang membuat iri. Terutama sejak Lefkofsky sudah menarik tunai modalnya lebih dari US$ 200 juta (Rp 1,8 triliun) sebelum IPO.

Tetap saja, kekayaan 'kertas' Lefkofsky di Groupon sudah berkurang lebih dari 75%. Sahamnya dulu bernilai lebih dari US$ 4 miliar (Rp 36 triliun) semasa IPO. Lefkofsky masih termasuk seorang miliuner dengan holding di web-web lainnya. Namun kekayaannya di Groupon sudah menciut dan baru-baru ini Lefkofsky mengumumkan dia akan mencurahkan waktu dan tenaganya di perusahaannya yang lain.

2. Andrew Mason

CEO Groupon, Andrew Mason punya hobi keluar masuk dari daftar miliuner. Sebelum IPO, perkiraan holding-nya di perusahaan berkisar US$ 840 juta (Rp 7,56 triliun). Setelah IPO, ketika saham Groupon mencapai US$ 30, Mason menjadi seorang miliuner bonafide.

Sayang, statusnya itu hanya bertahan 18 hari. Di akhir November 2011, harga saham Groupon mulai melorot hingga saat ini diperdagangkan kurang dari ΒΌ nilai IPO. Nilai bersih Mason saat ini: sekitar US$ 300 juta (Rp 2,7 triliun).

1. Mark Pincus

Pendiri Zynga ini sempat memiliki nilai kekayaan 'kertas' lebih dari US$ 1 miliar (Rp 9 triliun) ketika saham perusahaannya berada di posisi puncak, US$ 16 per saham. Sejak saat itu, saham Zynga sudah anjlok hingga di bawah US$ 3 per saham. Nilai kekayaan bersih Pincus saat ini berkisar US$ 270 juta (Rp 2,43 triliun).

Seperti yang diketahui investor Zynga, Pincus keburu menarik uangnya sebelum saham perusahaannya terpuruk ke titik terendah. Pada Maret lalu, beberapa eksekutif perusahaan dan investor menjual sahamnya pada penawaran spesial. Pincus sendiri menjual saham sekitar US$ 200 juta (Rp 1,8 triliun). Sepertinya, Pincus tidak akan menginvestasikan uangnya di saham media sosial lagi.

(ang/fyk)









Hide Ads