Apple Store menjadi ujung tombak pemasaran gadget besutan Apple. Para karyawannya pun dilatih dengan serius, malah seolah-olah dicuci otaknya sehingga mau memberi pelayanan maksimal dan digaji tak terlalu banyak.
Seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Senin (25/6/2012), bekerja di Apple Store, meski bayarannya mungkin tidak terlalu tinggi, ternyata cukup diidamkan di Amerika Serikat. Setidaknya dianggap lebih keren ketimbang bekerja di McDonald atau Starbucks.
Sekitar 30 ribu orang bekerja di Apple Store wilayah Amerika Serikat. Jumlah pelamar kabarnya sangat banyak. Mereka yang terpilih akan dilatih sebelum diterjunkan ke Apple Store, yang bisa sampai berminggu-minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanganku akan seperti tersengat karena banyak bertepuk tangan," kata Michael Dow yang telah menjadi trainer karyawan Apple Store selama beberapa tahun.
Segera sesudah itu, pekerja Apple Store baru ini akan dilatih mengenai etika melayani konsumen. Salah satunya, karyawan harus minta izin dahulu pada konsumen jika ingin memegang iPhone atau iPad mereka.
Nah kemudian, mulailah para karyawan seperti 'dicuci otak' sehingga meyakini pekerjaan mereka di Apple Store adalah hal yang hebat. Bahwa mereka melakukan sesuatu yang jauh lebih besar ketimbang hanya berjualan produk. Misi karyawan Apple Store dikatakan adalah memperkaya kehidupan seseorang dengan gadget Apple.
Kabarnya, pelatihan ini membuat karyawan Apple Store mau dibayar tidak cukup tinggi, sebab mereka merasa bekerja di tempat keren dengan tujuan besar. Sebagai perbandingan, gaji karyawan Apple Store hanya separuh dibandingkan gaji karyawan toko Verizon yang juga berjualan ponsel.
Laporan mengenai kondisi pegawai Apple Store tersebut diberitakan oleh media terkemuka, New York Times. Mungkin karena mendengar laporan tersebut, Apple baru-baru ini menaikkan gaji karyawan Apple Store.
(fyk/ash)