Peristiwa ini terjadi di Amerika Serikat (AS). Aplikasi kencan berbasis lokasi tersebut menimbulkan kritikan mengingat banyak dari para penggunanya telah menjadi korban.
"Keamanan komunitas kami menjadi perhatian utama," kata Chief Executive pengembang aplikasi Christian Wiklund, dikutip dari AFP, Kamis (14/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan lebih dari lima juta pengguna, aplikasi yang memang sengaja tidak dipublikasikan namanya itu menjadi aplikasi kencan berbasis lokasi yang cukup populer.
Awalnya aplikasi ini ditujukan bagi orang dewasa. Namun sejak anak-anak usia 13-17 mulai ikutan menggunakannya, tersedia layanan terpisah versi pengguna di bawah umur.
Rupanya, para pedofilia memanfaatkannya untuk mencari mangsa. The New York Times melaporkan, tiga orang ditangkap setelah diketahui melakukan tindak pemerkosaan terhadap anak-anak yang 'dijaring' melalui aplikasi tersebut.
(rns/rns)