Demikian ditegaskan Dick Costolo, CEO Twitter. Menurutnya, kegagalan mengakuisisi aplikasi pengolah foto itu tak akan mengubah strategi Twitter di ranah mobile internet.
"Saya berpikir, kadang-kadang ada tendensi dari perusahaan untuk bereaksi pada sebuah kejadian di marketplace, yang mana hal itu bertentangan dengan strategi mereka. Saya berpendapat tendensi itu adalah sebuah kesalahan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda dapat menilik kasus serupa seperti itu. Meniru bukanlah ide yang bagus, setidaknya sejarah telah mengatakan demikian," kata Costolo seperti dikutip dari WallStreetJournal, Rabu (18/4/2012).
Beralih ke strategi Twitter sendiri, situs 140 karakter itu bakal lebih fokus pada pengembangan application programming interface (API) sehingga perusahaan lain dapat membangun produk di dalam Twitter.
(rou/rou)