Di Washington D.C., New York dan kota besar AS lainnya, tercatat sekitar 40% tindak pencurian melibatkan ponsel. Angka pencurian ponsel pun meningkat 57%. Untuk mengatasinya, Federal Communications Commission (FCC) membentuk tim khusus yang mereka sebut sebagai Projects Initiative.
Dikutip dari Mashable, Rabu (11/4/2012), ada tiga poin penting yang dibahas untuk memberantas pencurian ponsel dalam proyek tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi pada database ini akan menurunkan nilai jual gadget ketika akan dijual lagi oleh si pencuri. Ini juga mencegah ponsel curian diselundupkan ke berbagai negara," kata juru bicara FCC.
Kedua, FCC ingin para pembesut ponsel memprogram perangkatnya untuk secara otomatis mengharuskan pengguna membuat password dan langkah keamanan lainnya untuk melindungi data mereka.
Terakhir, menyebarluaskan edukasi pengamanan perangkat kepada para pengguna ponsel atau tablet, salah satunya dengan memberitahukan ketersediaan aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna mengunci dan menghapus konten di perangkat dari jarak jauh.
Para pembesut ponsel seperti Apple, Motorola, Qualcomm, HTC, Microsoft, Nokia dan Research In Motion (RIM) berada di daftar rencana FCC. Dari sisi operator, AT&T, Sprint, T-Mobile, Verizon dan Nex-Tech Wireless telah setuju bekerja sama memberantas pencurian ponsel.
Perusahaan ini diminta untuk memberikan laporan kepada FCC, empat kali dalam setahun untuk memberitahukan perkembangan Project Initiative mereka. FCC juga akan rutin menggelar pertemuan dengan kepala kepolisian dari berbagai wilayah di AS untuk menentukan cara terbaik mengurangi tindak pencurian.
(rns/ash)