Nah, imbas lain dari kebijakan tidak populis itu adalah rumor mengenai ditutupnya layanan jejaring sosial Koprol. Tidak dalam waktu dekat memang, tapi kemungkinan masih direview dalam beberapa bulan ke depan, demikian kabar yang bergulir. Seperti diketahui, Yahoo membeli Koprol pada tahun 2010 lalu.
Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, co-founder Koprol yang juga Product Director Yahoo Indonesia Fajar A Budiprasetyo menampik kabar itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara ketika ditanya mengenai nasib para developer yang turut dirumahkan oleh Yahoo, termasuk dari developer Koprol, Fajar enggan menjawabnya secara tegas. Dia hanya menyebutkan, kabar itu sudah didengarnya sejak beberapa minggu lalu melalui media.
Meski Fajar menolak menyebut bahwa Koprol akan ditutup, isu tidak sedap justru dihembuskan oleh pendirinya yang lain, yakni Satya Witoelar. Dia memposting di blognya beberapa nama pengembang dan desainer Yahoo Koprol.
Dalam postingan tersebut, Satya seakan-akan membuka kesempatan bagi para perusahaan yang ingin merekrut developer Yahoo Koprol tersebut.
Dari daftar tersebut tampak 20 nama developer lengkap dengan profil masing-masing yang ada di Linkedin.
Sampai saat ini, detikINET masih belum bisa menghubungi Satya untuk mengkonfirmasi maksud dari tulisannya yang ditulis beberapa waktu lalu tersebut.
(eno/eno)