Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Buraaq, Melawan Fobia Islam dengan Komik Digital

Buraaq, Melawan Fobia Islam dengan Komik Digital


Rachmatunnisa - detikInet

Jakarta -

Sesosok pria kekar dan bertopeng berada di atas gedung pencakar langit di kota New York, Amerika Serikat (AS). Jubahnya berkibar diterpa hembusan angin kencang. Dia tengah memperhatikan sekeliling, dan akan datang secepat kilat menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan.

Buraaq, demikian namanya, adalah tokoh superhero buah kreatifitas Adil Imtiaz dan Kamil Imtiaz, dua seniman muslim asal AS yang menuangkannya dalam komik digital.

Tak sekedar bacaan yang menghibur dan mendidik, dua kakak beradik ini punya misi lebih mulia. Mereka berharap seri komik digital yang mereka buat bisa membantu meluruskan kesalahpahaman dan ketakutan terhadap Islam di AS dan dunia barat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak kecil kami berdua sangat menyenangi komik dan membaca seri kisah superhero. Saya sendiri sangat menyukai seni dan senang menggambar komik," kata Adil Imtiaz melalui websitenya SplitMoonArts.

Selama bertahun-tahun, menurut Adil dirinya mendapatkan gambaran negatif mengenai muslim dan Islam, terutama di industri hiburan dan pemberitaan. "Muslim kerap digambarkan sebagai penjahat. Kami lelah melihat propaganda semacam ini dan merasa harus melakukan sesuatu," ujarnya.

Bersama adiknya, Kamil Imtiaz, didirikanlah SplitMoonArts yang merilis komik digital dengan Buraaq sebagai tokoh utamanya. Serial kepahlawanan Buraaq dapat dinikmati melalui website www.splitmoonarts.com secara gratis maupun berbayar.

Karena banyaknya permintaan untuk menghadirkan dalam versi cetak, komik ini pun bisa dinikmati dalam bentuk buku dengan memesannya terlebih dahulu. Ke depannya, baik Adil maupun Kamil berharap komik digital mereka bisa mengglobal. Tak hanya dalam bentuk digital tetapi juga dalam bentuk fisik.

"Saat ini kami tengah mencari distributor yang berminat mendistribusikan produk kami secara global di toko buku setempat. Banyak penggemar yang menanyakan ketersediaan versi cetaknya di toko buku. Ini menjadi prioritas kami," pungkas keduanya.

(rns/ash)






Hide Ads