Pemblokiran diperintahkan otoritas telekomunikasi setempat pada para penyedia layanan internet. Alasan pemblokiran adalah Facebook dan dua situs bersangkutan memuat laporan yang mengritik presiden Tajikistan, Imomali Rakhmon.
Negeri yang berada Asia Tengah ini memang dikenal ketat mengawasi dunia maya. Dikhawatirkan, protes atau kritik yang beredar di internet bisa berujung pada revolusi yang membuat pemerintah terancam dijungkalkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Facebook sendiri telah menuai popularitas di Tajikistan, di mana jumlah penggunanya naik dua kali lipat pada tahun lalu. Para penduduk banyak membuat grup diskusi dengan beragam topik di situs jejaring terpopuler dunia itu.
Dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Senin (4/3/2012), presiden Rakhmon sendiri telah berkuasa selama dua dekade di Tajikistan. Selain mengontrol internet, negara pecahan Uni Soviet ini juga tidak segan menahan wartawan yang mengkritik pemerintah.
(fyk/fyk)