Twitter dilaporkan telah menjual 'kicauan' lawas para penggunanya ke sebuah lembaga bernama DataSift. Tweet tersebut akan dikelola dan dijadikan bahan riset untuk para pengiklan.
Hal tersebut dibeberkan oleh dailymail dan dikutip detikINET, Kamis (1/3/2012). Konon selain Datashift, ribuan perusahaan lainnya masuk dalam daftar antrian untuk membeli tweet lama tweeps.
Meski belum ada konfirmasi dari Twitter, namun hal ini sudah diakui oleh Datasift, sebagai salah satu perusahaan penyedia data bagi para calon pengiklan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tools tersebut mampu menampilkan informasi seputar opini publik, kondisi pasar, berita, bisnis hingga merek dan produk tertenu yang dipakai oleh pengguna Twitter.
"Sudah jelas. Jika Anda tidak membayar untuk memakai sebuah layanan, Anda bukanlah kosumen tapi Anda adalah produk," kata Nick Pickles, Director of Big Brother Watch Campaign Group, sebuah lembaga yang menjunjung tinggi privasi.
(eno/ash)