Setidaknya enam polisi di New South Wales, Australia, terbukti gemar melakukan aksi cybersex melalui instant messaging. Mereka berkirim pesan cabul dengan teman-teman sesama polisi.
"Aku berpkir seandainya saja masyarakat tahu bahwa kita dibayar tinggi hanya untuk chat mesum sepanjang minggu. Hal itu sungguh lucu," demikian salah satu pesan yang dikirim pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kasus lainnya, polisi yang jabatannya lumayan tinggi berkirim pesan dengan dua polisi wanita yang masih junior. Kasus indisipliner itu telah ditangani dan masing masing pelaku telah dihukum.
Sedangkan layanan chat dihentikan untuk sementara. Aparat masih mencari cara agar kasus serupa tidak terjadi lagi.
"Seluruh enam polisi yang terlibat didisiplinkan. Jika kebijakan baru dijalankan, layanan instant messaging akan kembali dihidupkan," demikian keterangan juru bicara kepolisian setempat.
(fyk/rou)