Menurut pengamat social media Nukman Luthfie, publik harus hati-hati melihat akun semacam ini. Karena tetap manusia yang mengelola di belakangnya. Manusia kan bisa saja terselip salah. Kalau informasi salah terlanjur ditweet itu jadi fitnah.
"Makanya kalau kita memfollow itu modalnya harus akal sehat," tukas Nukman, dalam perbincangannya dengan detikINET.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemilik akun ini disebutkan Nukman cenderung berani karena identitasnya tidak diketahui. Namun, menurutnya pemerintah tak perlu sampai memblokir, kecuali jika sudah melanggar hukum.
"Lagipula, penyuka akun seperti ini tidak banyak karena kencederungan orang adalah lebih menyukai konten yang ringan," pungkasnya.
(rns/ash)