Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kolom Telematika
2012, Saatnya SocGamesID Mendunia!
Kolom Telematika

2012, Saatnya SocGamesID Mendunia!


- detikInet

Jakarta - Semua tentu mengenal Farmville, salah satu social game paling terkenal saat ini. Pada April 2010 lalu, hanya satu tahun setelah rilis, tercatat lebih dari 77 juta orang memainkan Farmville. Sebuah pencapaian luar biasa untuk sebuah genre baru bernama social games. Mungkinkah dalam waktu dekat akan ada social games Indonesia yang bisa mencatat prestasi yang sama?

Social Games bisa didefinisikan sebagai games (permainan) yang dimainkan di social media. Jenis game ini pertama kali muncul pada tahun 2007 lalu bersamaan dengan semakin pesatnya pertumbuhan social media. Semakin hari industri ini semakin berkembang pesat, yang awalnya hanya merupakan sebuah sub games (dari online games) sekarang menjadi sebuah genre tersendiri.

Pertumbuhan yang sangat pesat tersebut bukannya tanpa kendala. Demi memenuhi tuntutan yang semakin besar, beberapa game yang baru umumnya hanya modifikasi sederhana dari game yang telah berhasil sebelumnya. Sebagian lain bahkan secara terang-terangan hanya mengganti 'make up' dan menduplikasi segala hal lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tuntutan industri social game yang semakin besar sepertinya masih tidak sebanding dengan kemampuan para game developer untuk menciptakan berbagai judul social game yang berkualitas. Ini mungkin sebuah kendala, tapi mungkin juga merupakan sebuah peluang nyata untuk menghadirkan Social Games Indonesia (SocGamesID) di level dunia.

Seperti halnya mendesain game apapun, yang terpenting ketika mendesain sebuah sosial game adalah menemukan titik optimal antara kompleksitas cara bermain dengan tingkat kesenangan yang mungkin didapatkan dari aktivitas bermain game tersebut.

Dalam bukunya 'Man, Play, and Games' sosiologis Roger Cailois memetakan segala bentuk aktivitas bermain dalam 2 titik ekstrim: Paidia dan Ludus. Paidia adalah bermain dengan landasan kebebasan berimprovisasi, sedangkan Ludus adalah bermain dengan berlandaskan pada peraturan permainan yang detil.

Ketika anak-anak bermainan bersama, mereka bisa menggunakan berbagai media yang ada dan menciptakan aturan-aturan sendiri secara bebas untuk mendukung aktivitas bermain mereka. Kebebasan untuk mencipta, berimprovisasi, dan berimajinasi menjadi landasan permainan mereka (Paidia).

Ketika kita bermain catur atau berbagai digital game yang ada umumnya kita harus terlebih dahulu mengerti serta mampu mengikuti berbagai peraturan permainan yang ada agar bisa menikmati permainan (Ludus).

Mendesain dan menghadirkan kebebasan untuk berimprovisasi pada sebuah game bukanlah sesuatu yang mudah. Untuk bisa menghadirkan kebebasan bagi pemain untuk berimprovisasi, seorang game desainer umumnya harus mampu menyusun sebuah lingkungan permainan yang sedemikian luas/kompleks sehingga ada cukup ruang bagi pemain untuk menghadirkan berbagai improvisasinya.

Yang menarik, berbagai jenis social games yang sukses umumnya mampu menghadirkan ruang improvisasi yang cukup luas bagi setiap pemainnya.

Social Game Terkait KPK?

Berikut adalah 3 top Social Games 2011: 1. Gardens of Time (By Playdom) 2. The Sims Social (By EA) 3. Cityville (By Zynga). Ketiga game tersebut memberikan ruang bagi para pemainnya untuk menuangkan berbagai improvisasi serta kreasi mereka dalam permainan.

Pada saat bermain, permainan-permainan tersebut juga tetap menghadirkan peraturan permainan yang mampu menjaga jalannya permain tetap menarik dan optimal. Ini yang sesungguhnya menjadi tantangan untuk bisa menghadirkan social games yang berkualitas.

Dengan dukungan yang memadai, segala bentuk permasalahan sosial yang ada di sekitar kita sesungguhnya sangat potensial untuk kita angkat menjadi sebuah social games yang menarik. Dengan menghadirkan ruang berimprovisasi yang cukup bagi para pemain kita juga bahkan bisa menjadikan social game sebagai sebuah media riset yang menarik.

Bayangkan jika kita bisa menghadirkan sebuah social game dimana setiap pemain mengambil peran penyidik KPK yang harus menyelesaikan berbagai kasus korupsi aktual. Semua aktivitas permainan kemudian bisa menghasilkan perspektif menarik bagi penyelesaian masalah-masalah yang ada. Ketika hal tersebut terwujud kita bahkan akan memberi arti baru bagi genre Social Games.

Penulis yakin bahwa para game developer Indonesia memiliki kemampuan teknis yang cukup untuk bisa menghadirkan sebuah social games menarik dengan berbagai karakteristik sebagaimana tersebut di atas.

Dengan kekayaan konten yang tersedia adalah sebuah hal yang sangat mungkin untuk bisa menghadir social games Indonesia di level dunia. Semoga hal ini akan bisa terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama.



*) Penulis: Eko Nugroho, adalah CEO Kummara Creative Studio yang juga merupakan inisiator dari gerakan Indonesia Bermain.


(ash/ash)





Hide Ads
LIVE