Tapi masalahnya, penawaran ini membuat heboh karena seharusnya ditujukan hanya kepada 300 orang pelanggan New York Times yang memutuskan tak lagi berlangganan koran New York Times yang diantar ke rumah.
Setelah diusut, rupanya 'insiden' ini terjadi karena kesalahan pegawai New York Times yang mengirim email tersebut. Alih-alih mengirim ke 300 orang, pegawai tersebut malah mengirimkannya ke lebih dari delapan juta orang di daftar email marketing perusahaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun setelah dilakukan investigasi, juru bicara New York Times mengklarifikasi bahwa kejadian ini sama sekali bukan ulah hacker melainkan human error.
"Email yang dikirim hari ini oleh New York Times adalah kesalahan. Email tersebut seharusnya dikirim hanya ke seagian kecil pelanggan," demikian pernyataan New York Times.
Isi email itu menawarkan potongan harga berlanggan koran sebesar 50 persen selama 16 minggu. Ya, mengirim pesan melalui email memang mudah. Tapi jika tidak berhati-hati, kejadian seperti ini mudah juga terjadi. Ada-ada saja...
(rns/rou)