Berdasarkan laporan, distributor software di Denmark bernama RanTek telah mencopot label dan mengubah kemasan produk spyware buatan Allot kemudian menjualnya kembali ke Iran.
Dilansir Bloomberg dan dikutip detikINET, Selasa (27/12/2011), para pejabat berwenang Israel mengaku terkejut. Mereka tidak menyadari jika spyware untuk melacak trafik internet buatan negaranya digunakan Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini meliputi segalanya. Impor, ekspor, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perusahaan Israel tidak diperkenankan melakukan transaksi dengan Iran dengan cara apapun," kata juru bicara Kementerian Perdagangan dan Perburuhan Israel Gavriel Bar.
Allot sendiri mengaku tidak tahu jika produk mereka didistribusikan ke Iran. "Kami tidak diperbolehkan menjual produk ke Iran. Jika benar spyware kami dikapalkan ke Iran melalui RanTek, kami akan segera memutus kontrak dengan mereka," tegas juru bicara Allot.
Ahli teknologi yang dimintai pendapat mengenai ini mengatakan pemindaian internet untuk sistem yang menjalankan teknologi seperti yang dibuat Allot saat ini dengan cepat menjadi standar industri.
Banyak perusahaan di Barat menemukan sejumlah kasus dimana software mereka didistribusikan ulang ke negara-negara yang menggunakannya untuk melacak dan mengintai para pembangkang pemerintah termasuk Iran, Bahrain, Suriah dan Tunisia.
(rns/ash)