Penelitian dilakukan oleh lembaga Education Development Center di Amerika Serikat. Hasil riset ini telah dipaparkan dalam pertemuan tahunan American Public Health Association di Washington.
Penelitian dilakukan oleh periset Shari Shneider dan koleganya dengan menganalisis data 23 ribu pelajar di wilayah Boston. Sebanyak 10% dari mereka mengaku berkirim pesan seks via SMS dan 5% pernah menerima foto cabul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil riset itu cocok dengan beberapa penelitian lain. Seperti yang dilakukan Dr. Jill Muray di California, seorang pakardan konselor di bidang tingkah laku remaja.
"Aku menemukan dua gadis remaja yang berusaha bunuh diri dan beberapa lagi pindah sekolah akibat sexting," ucap dia, seperti detikINET kutip dari ABC, Senin (28/11/2011).
Dr. Jill pernah memergoki seorang remaja begitu sedih setelah mengetahui foto mesumnya tersebar luas via ponsel. Ia kemudian berusaha bunuh diri. Imbas sexting memang lebih berpengaruh bagi remaja wanita dibanding pria.
(fyk/rou)