Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Twitter Diminta Beberkan 'Komplotan' Wikileaks

Twitter Diminta Beberkan 'Komplotan' Wikileaks


- detikInet

Jakarta - Pengadilan tinggi Amerika Serikat (AS) memerintahkan Twitter agar membeberkan informasi tiga pemegang akun Twitter ke pihak berwenang yang tengah menyelidiki WikiLeaks.

Dalam berkas pendapat setebal 60 halaman yang dirilis Kamis pekan lalu, Hakim Pengadilan Liam O'Grady menguatkan putusan Hakim lainnya. Adapun tiga pemegang akun Twitter itu yakni anggota parlemen Islandia Birgitta Jonsdottir, ilmuwan komputer AS Jacob Appelbaum dan seorang relawan Wikileaks asal Belanda Rop Gonggrijp.

Perintah ini datang setelah Departemen Pertahanan AS diminta untuk mendapatkan informasi dari akun Twitter yang dinilai telah berkomplot membantu Wikileaks. Seperti diketahui, pemerintah AS menilai operasional Wikileaks dan sepak terjang sang pendirinya Julian Assange patut dihentikan karena reputasinya sebagai situs pembocor rahasia diplomatik dan militer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Electronic Frontier Foundation (EFF) dan American Civil Liberties Union menyatakan keprihatinannya atas putusan ini. "Ketika menggunakan internet, Anda mempercayakan percakapan online, pemikiran, pengalaman, data lokasi, foto dan informasi lainnya kepada perusahaan yang mengelola dan mentransfer data tersebut," kata juru bicara EFF Cindy Cohn.

Menanggapi kritikan seperti ini, seperti dikutip detikINET dari AFP, Senin (14/11/2011), hakim bernama Theresa Buchanan menyebutkan, perintah penyerahan informasi ketiga pengguna Twitter tersebut tidak melanggar privasi dan kebebasan berbicara.

Namun EFF bersikeras keputusan pengadilan tersebut menodai hak kebebasan berbicara. "Saya sangat kecewa karena ini memperlihatkan kemunduran besar bagi kebebasan berekspresi dan hak privasi di AS," ujar Cohn.


(rns/fyk)





Hide Ads
LIVE