Jon Briggs, seorang asal Inggris yang berprofesi sebagai pengisi suara, mengungkapkan hal ini dalam sebuah wawancara dengan Telegraph. Seperti dilaporkan Telegraph dan dikutip detikINET, Jumat (11/11/2011), Jon mengaku baru-baru ini menerima telepon dari perwakilan Apple, setelah iPhone 4S diluncurkan bulan lalu.
Si penelepon yang mengaku sebagai pegawai divisi Public Relation Apple itu meminta Jon untuk tidak membicarakan tentang Siri ke publik. Dia mengingatkan, para pegawai Apple sendiri tidak diperkenankan membicarakan produk mereka ke publik. "Kita tidak menyangkut soal satu orang saja," kata si penelepon itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2005, Scansoft rupanya bergabung dengan perusahaan lain bernama Nuance. Nah, Nuance inilah yang menyediakan teknologi pengenalan suara untuk Siri.
"Selama tiga pekan, saya merekam lebih dari 5.000 kalimat untuk Scansoft. Saya berbicara dengan cara khusus yang diatur, bahkan harus berkesan datar," kata Jon.
Tak hanya digunakan untuk Siri versi Inggris, suara Jon juga digunakan untuk pengumuman di stasiun Kings Cross, Inggris dan beberapa aplikasi lainnya. Jon hanya dibayar sekali untuk rekaman suaranya itu dan tak lama kemudian, dia menyadari suaranya digunakan untuk Siri saat melihat demonstrasi fitur tersebut di sebuah acara TV.
Sejak kemunculannya, Siri memang sukses menyedot perhatian. Asisten virtual di iPhone 4S ini membuat penggunanya tampak seperti bercakap-cakap dengan ponsel. Siri menggunakan berbagai jenis suara di wilayah berbeda. Di Inggris Siri berjenis kelamin laki-laki, sementara di Amerika, Siri berjenis kelamin perempuan yang berbicara bahasa Inggris dengan logat Amerika.
(rns/rou)