CEO Rovio, Peter Vesterbacka mengumumkan rencananya ini pada sebuah konferensi di Beijing, China. Toko ini nantinya akan menghadirkan beragam produk Angry Birds. Rovio tampaknya memang serius memanfaatkan kepopuleran gamenya di sana, meski dia sendiri tahu ada banyak sekali produk Angry Birds bajakan di negeri Tirai Bambu tersebut.
Angry Birds begitu populer di China. Ini membuat merchandise Angry Birds bajakan membanjiri negeri itu, bahkan diekspor juga ke berbagai negara. Vesterbacka mengklaim, Angry Birds saat ini adalah brand yang paling banyak dikopi di China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vesterbacka menyebutkan, Rovio berharap penjualan toko merchandise Angry Birds mereka bisa menghasilkan USD 100 juta dalam tahun pertama operasionalnya. Demikian dikutip detikINET dari Digital Trends, Selasa (1/11/2011).
Baru-baru ini, China memiliki wahana bermain Angry Birds yang berlokasi di Changsha. Wahana ini diklaim sebagai 'The Real Version of Angry Birds' yang memungkinkan pengguna untuk bermain Angry Birds dalam wujud fisik berukuran raksasa. Alih-alih menuntut pemilik wahana bermain, Rovio malah mengajak mereka bekerjasama.
(rns/ash)