Seperti diberitakan sebelumnya, aktris yang pernah berperan di film Lost in Translation tersebut menjadi korban pencurian file pribadi di ponselnya. Ia pun sampai meminta FBI untuk menuntaskan kasus ini.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, petunjuk akhirnya mengarahkan FBI ke seorang pria berusia 35 tahun bernama Christopher Cheney.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modus yang digunakan Cheney untuk menggasak foto pribadi artis itu pun terbilang standar. Ia kerap menggunakan nama samaran untuk berkenalan dengan calon korban, kemudian melakukan pendekatan guna mengumpulkan data.
Setelah mendapat data yang dibutuhkan, ia pun lantas mengobok-obok email para korbannya. Menurut catatan FBI, Cheney diketahui telah berhasil menggasak sejumlah email Google and Yahoo selama setahun terakhir.
Cheney kini terancam hukuman bui dengan tuduhan pencurian data, akses tanpa izin, dan merusak sistem proteksi komputer korban.
Foto polos Scarlett mulai menyeruak tanggal 14 September, dan sejak itu gambar artis tersebut terus diburu hingga terjadi lonjakan sebesar 4.000% pencarian dengan frase Scarlett Johansson sampai tanggal 19 September. Itu menurut catatan Google Insight beberapa waktu lalu.
(eno/fyk)