"Akar terorisme bukan situs," kata Tifatul yang memberikan keterangannya via akun Twitter dan dikutip detikINET, Jumat (30/9/2011).
Pun demikian, menteri menegaskan, kehadiran situs-situs berkonten negatif yang bersifat menghasut dan mengumbar kebencian atas SARA tetap harus ditindak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juga Anders Breivik, memberondong dan menewaskan 90 orang. Christian terrorist yang khawatir Kristen tidak berkembang di Norwegia. Faham keliru," lanjutnya.
Di akhir tweet berseri tersebut, Tifatul menandaskan bahwa seseorang jadi teroris bukan karena situs. "Tapi karena pemahaman agama yang keliru. Kalau ada situs-situs teroris dan radikal laporkan ke 021-350-4024," pungkasnya.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sendiri, dalam rentang setahun belakangan telah menerima 900 laporan pengaduan soal keberadaan situs-situs yang diduga radikal dan teroris.
Namun setelah dilakukan pengecekan cuma ada sekitar 300 situs yang diblokir. Selain itu, ada lebih dari 7.000 situs porno yang juga sudah diredam.
(ash/fyk)