Salah satu mayat itu adalah perempuan. Mayatnya tergantung telanjang dada, dengan tiga luka menganga di perut. Di sebelahnya, mayat seorang pria menampakkan tulang di bagian bahu.
Hal ini terjadi di Nuevo Laredo, sebuah kota perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat. Seperti dikutip detikINET dari CNN, Kamis, (15/9/2011), dua tubuh tak bernyawa itu dibarengi tanda peringatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diduga kuat, mayat dan papan peringatan itu dibuat oleh kartel penyelundup obat bius yang memang merajalela di perbatasan Meksiko.
Ancaman ditujukan pada mereka yang menggunakan jejaring sosial -- mulai dari blog, facebook hingga twitter -- untuk mengadukan kegiatan para kartel narkoba. Ada dua situs web yang disebut secara gamblang dalam papan peringatan itu: Al Rojo Vivo dan Blog del Narco.
Blog del Narco, yang pembuatnya tak diketahui namanya, adalah blog yang khusus menampilkan berita soal kekerasan terkait narkoba di Meksiko. Sedangkan Al Rojo Vivo memiliki sebuah forum yang membuka kesempatan pengguna internet untuk menyampaikan tips tanpa nama soal kegiatan kartel jahanam itu.
Reaksi dari pengguna forum itu menunjukkan bahwa mereka tidak takut dengan ancaman yang dilancarkan. "Jangan takut berbicara. Akan sulit bagi mereka untuk tahu siapa yang mengadu. Ini hanya upaya menakut-nakuti masyarakat saja," salah satu pengguna forum menyampaikan.
Pengguna Twitter juga disebut menggalang solidaritas atas kejadian itu. "Cukup! Jika hari ini kita diam, itu artinya kita kehilangan apa yang telah kita dapatkan. Ini adalah saatnya untuk unjuk gigi," sebut account @QuestoyQuelotro.
Insiden ini menunjukkan betapa aktivis social media di Meksiko sudah mulai mempengaruhi kegiatan para kartel obat bius. Risiko yang dihadapi para aktivis pun tampak nyata.
(wsh/wsh)