Pernyataan Bos Google ini merupakan respons atas kontroversi terkait dengan kebijakan soal pencantuman nama asli di akun Google+. Keharusan ini menjadi perdebatan selama beberapa pekan terakhir, terutama bagi mereka yang lebih suka menggunakan nama samaran.
"Awalnya Google+ dibangun memang untuk layanan pengenalan identitas. Maka pada dasarnya, ini bergantung pada orang-orang yang menggunakan nama asli mereka," kata Schmidt seperti dikutip detikINET dari Mashable, Senin (29/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menafsirkan komentar Schmidt, analis mengatakan bahwa eksekutif Google tersebut menilai internet akan lebih baik jika kita mengetahui seseorang sebagai sosok sebenarnya ketimbang profil palsu.
(rns/rns)