Sebelumnya, pada 3 Juli 2011, salah satu anggota polisi BART menembak pria berusia 45 tahun. Polisi menyebutkan penembakan terpaksa dilakukan karena pria tersebut mengacungkan pisau ke arah polisi. Namun peristiwa tersebut memancing kemarahan publik yang kemudian merencanakan melakukan protes.
Disebutkan juru bicara BART yang dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (16/8/2011), aksi protes tersebut sengaja dirancang untuk mengganggu perjalanan kereta malam. Oleh karena itu, mereka merasa harus mencegahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkannya, aksi protes yang pecah bulan lalu terbukti telah mengganggu layanan BART. Bagaimana pun keputusan BART mematikan akses wireless dikritik berbagai kalangan. Sebagian bahkan melontarkan komentar bahwa langkah ini telah melanggar hak kebebasan berbicara.
(rns/wsh)