Pihak ketiga biasanya menginstall add-on ini di Firefox tanpa persetujuan pengguna sebagai bagian dari proses instalasi mereka. Dampak dari penginstalan ini ialah melambatnya kinerja Firefox, menjejali tampilan dengan toolbar yang biasanya tidak dipakai, isu keamanan dan yang jelas ia merebut kontrol pengguna terhadap add-on mereka sendiri.
Oleh karena itulah, Firefox mengenalkan dua fitur barunya untuk memastikan pengguna memiliki kontrol sepenuhnya. Fitur pertama adalah dengan melumpuhkan add-on baru yang diinstal sebuah program, sebelum pengguna menyetujuinya lewat pengumuman yang dibuat Firefox.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara default, semua add-on yang telah diinstal melalui Firefox akan tetap dipertahankan, sebaliknya add-on yang diinstal oleh aplikasi lain akan dinonaktifkan sampai user memilih untuk mempertahankannya.
Dilansir detikINET dari The Register, Senin (15/10/2011), kedua fitur tersebut akan diluncurkan berbarengan dengan perilisan Firefox Aurora prebeta. Firefox Auorora sendiri telah dijadwalkan untuk rilis pada 8 November mendatang.
Fitur yang dikeluarkan ini menyusul aksi Mozilla yang telah memblokir beberapa add-on karena mengganggu kestabilan browser dan keamanan user. Pada Januari lalu, Mozilla mengatakan bahwa add-on toolbar Skype telah mengakibatkan sebanyak 40.000 crash hanya dalam waktu 1 minggu.
(sdj/ash)