Sebagai permulaan, dikutip detikINET dari Telegraph, Senin (4/6/2011), Federal Trade Commission menggelar investigasi terhadap developer aplikasi yang menjadi mitra Twitter.
UberMedia -- pemilik klien apps Twitter UberSocial -- menjadi salah satu yang sudah dimintai keterangan. Perusahaan ini memiliki salah satu klien aplikasi Twitter yang cukup populer. Namun dalam perkembangannya, mereka sempat 'dimusuhi' Twitter lantaran dianggap menyalahi aturan situs 140 karakter itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Twitter memang tengah menciptakan suatu hegemoni tersendiri di ranah media sosial. Kini, ada sekitar 200 juta kicauan (tweet) yang diposting di situs burung biru itu setiap harinya.
Para analis menilai, peran klien-klien aplikasi Twitter macam UberMedia menjadi salah satu pendorong utama popularitas Twitter bagi kalangan pengguna internet.
Twitter sendiri seakan tak puas dengan posisinya sekarang. Mereka pun mulai melebarkan sayap dengan melakukan aksi korporasi strategis, seperti merampungkan akuisisi terhadap perusahaan klien aplikasi Twitter populer lainnya, TweetDeck, senilai USD 40 juta pada Mei lalu.
(ash/fyk)