Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Indonesia Harus Minta Jatah Lebih Besar di Bisnis TIK

Indonesia Harus Minta Jatah Lebih Besar di Bisnis TIK


- detikInet

Jakarta - Sekitar 90% dari nilai bisnis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia yang mencapai Rp 300 triliun dikuasai oleh asing. Itu sebabnya Menkominfo mendesak asing membagi porsinya dengan Indonesia melalui penggunaan konten lokal.

"Bayangkan, dari Rp 300 triliun bisnis TIK, 90%-nya dikuasai asing. Kita harus minta jatah, bukan buat saya, tapi untuk bangsa ini," kata Menkominfo Tifatul Sembiring dalam rapat tertutup dengan Komisi I DPR.

"Itu sebabnya, vendor asing seperti Huawei, Ericsson, RIM, dan Nokia, kami imbau agar menggunakan software lokal, konten lokal, SDM lokal. Jangan hanya barangnya saja yang terus masuk diimpor," tegasnya lebih lanjut saat ditemui detikINET usai rapat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut anggota Komisi I Effendi Choirie, aturan yang mengatur perdagangan dan bisnis di sektor strategis, termasuk TIK, sudah seharusnya ditingkatkan menjadi Undang-Undang (UU) agar punya nilai tawar lebih (bargaining power).

"Kita harus gelisah dengan realitas bangsa kita yang dikeruk uangnya dan dilempar ke luar. Nanti generasi kita tinggal ampas. Kita harus berbicara untuk anak cucu kita di masa depan," kata pria yang akrab disapa Gus Choi ini.

Menurutnya, hampir seluruh industri strategis dikuasai asing, mulai dari minyak dan gas, batubara, perbankan, hingga telekomunikasi. "Semuanya di atas 80% yang dikuasai asing," tandas dia.


(rou/fyk)





Hide Ads