Berikut 4 langkah yang bisa dilakukan untuk melacak pengedar SMS fitnah tersebut, menurut pengamat telematika Heru Sutadi kepada detikINET, Senin (30/5/2011).
1. Memastikan memang ada seseorang yang menerima secara langsung SMS atau BBM tersebut, dengan bukti tentunya. Jika tidak ada, kemungkinan besar hoax. Maksud 'menerima langsung' di sini adalah bukan hanya hasil forward.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Jika benar ada pengiriman ke nomor tersebut, maka polisi bisa mengontak operator yang bersangkutan untuk meminta data pemilik nomor. Di Indonesia, hal ini akan sulit karena ketika melakukan registrasi, pengguna masih banyak yang memasukkan identitas palsu.
Namun jika di luar negeri, seperti di Singapura, polisi lewat interpol bisa meminta bantuan Singapura untuk melacak siapa pengguna nomor tersebut. Sebab mereka memiliki mekanisme registrasi yang lebih baik dari Indonesia, sehingga jika benar nomor itu ada, dapat dijajaki.
4. Untuk BlackBerry Messenger (BBM) memang masih agak sulit karena semua server dan proses dilakukan di Kanada.
Seperti diketahui, ancaman dari orang yang mengaku-ngaku sebagai Nazaruddin menyebar lewat SMS dan BlackBerry messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +6584393907. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor tersebut, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.
Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."
Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Nama Daniel Sparinga juga turut disebut.
Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman tersebut. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," kata Nazaruddin saat dihubungi.
(ash/fyk)