Pasalnya, menurut pengamat telematika Heru Sutadi, Singapura memiliki registrasi pengguna seluler yang lebih baik dibanding Indonesia. Jadi bisa ditelusuri siapa pemilik nomor +6584393907 yang digunakan tersebut.
Β
"Tinggal minta ke regulator sana, Infocomm Development Authority of Singapore (IDA), untuk mendapatkan informasi tersebut," tukas pria yang juga menjabat sebagai anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) itu kepada detikINET, Senin (30/5/2011).
Secara regulasi, permintaan data antar kedua negara seperti ini pun dimungkinkan. Asalkan pihak berwajib di Tanah Air mau mengupayakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, pertanyaan yang kemudian muncul adalah bagaimana jika data-data yang dimasukkan untuk registrasi menggunakan data palsu? "Tidak bisa," tukas Heru.
"Hanya mungkin seperti kasus Gayus yang punya paspor Soni Laksono maka di datanya ya atas nama Soni Laksono, karena paspornya asli," pungkasnya.
Seperti diketahui, ancaman dari orang yang mengaku-ngaku sebagai Nazaruddin menyebar lewat SMS dan BlackBerry messenger (BBM) sejak Sabtu (28/5/2011). Pesan SMS disebar dari nomor +6584393907. Saat detikcom mencoba menghubungi nomor tersebut, ternyata nomor itu sudah tidak aktif.
Adapun isi pesan SMS gelap itu berbunyi, "Demi Allah, saya M Nazaruddin telah dijebak, dikorbankan, dan difitnah. Karakter, karier, masa depan saya dihancurkan. Dari Singapore saya akan membalas..."
Isi SMS itu juga mengungkap tudingan-tudingan terhadap SBY dan politisi-politisi PD. Di antaranya adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng. Nama Daniel Sparinga juga turut disebut.
Nazaruddin sudah membantah telah mengirim SMS ancaman tersebut. "Ini fitnah, enggak benar sama sekali," kata Nazaruddin saat dihubungi.
(ash/rns)