Dengan demikian, tak akan ada piranti lunak komersial berbasis OpenOffice yang dikembangkan oleh Oracle. Demikian dikutip detikINET dari TheRegister, Minggu (17/4/2011).
OpenOffice adalah salah satu properti Sun Microsystem yang jadi milik Oracle setelah akuisisi. Sebagai 'pewaris' Sun, Oracle adalah pemilik sah dari nama dan merek dagang OpenOffice.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, sebagai reaksi atas keputusan Oracle, sebuah lembaga bernama Document Foundation memutuskan untuk memecah OpenOffice menjadi LibreOffice.
Pihak Oracle tidak menjelaskan apakah proyek Open Source murni OpenOffice ini nantinya akan diserahkan ke Document Foundation atau tidak.
"Kami berniat untuk segera bekerjasama dengan komunitas untuk melanjutkan sukses Open Office. Oracle masih akan terus mendukung format dokumen terbuka yang berbasis standar, seperti Open Document Format (ODF)," sebut Edward Screven, Chief Corporate Architect dari Oracle.
Hal yang juga belum jelas adalah apakah Oracle masih akan memegang trademark OpenOffice atau juga melepaskan hal itu.
(wsh/wsh)