Demikian dikatakan Menkominfo Tifatul Sembiring saat ditemui di Restoran Wisata Bahari, Manado. Dia berharap Indonesia dapat belajar mengenai koordinasi penanganan bencana dari kegiatan internasional ini.
"Walaupun ASEAN, tapi kegiatan ini melibatkan juga negara berteknologi maju seperti Jepang, Amerika, China dan Korea. Ini sebenarnya latihan simulasi bencana saja. Tapi kita bisa belajar dari mereka (negara maju - red) seperti apa dalam menanggulangi bencana. Apa teknologi yang digunakannya," tuturnya, Selasa (15/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teknologi dan pengalaman mereka bisa kita jadikan bahan belajar. Seperti apa koordinasi, komunikasi dan teknologinya," jelasnya.
Indonesia menjadi tuan rumah dalam penyelengaraan event ini. Manado dipilih menjadi pusat kegiatan yang diikuti oleh negara-negara ASEAN, Amerika dan beberapa negara lainnya.
Dalam kegiatan ini, Telkomsel ditunjuk sebagai penyedia layanan telekomunikasi dan broadband. Tak main-main dalam mendukung acara ini, Telkomsel menggelontorkan dana sebesar Rp 20 miliar. Sebanyak 20 BTS baik yang mobile ataupun permanen dipasang oleh Telkomsel.
"Kita pasang 20 BTS untuk menjamin layanan telekomunikasi dan broadband di Manado. Kita tidak mau malu-maluin Indonesia sebagai tuan rumah," ungkap Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno.
(afz/ash)