"Jadi belum menjadi masalah," kata Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring dalam acara refleksi akhir tahun Kemenkominfo di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (29/12/2010).
Tifatul mengatakan, pemerintah Indonesia hingga saat ini masih tenang-tenang saja terkait WikiLeaks. Namun pemerintah menunggu klarifikasi dari AS terkait persoalan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tifatul mengatakan, keberadaan WikiLeaks bukanlah sesuatu yang besar. Apalagi, Indonesia adalah negara yang terbuka terhadap informasi publik semacam itu.
"Itu informasi yang terbuka untuk publik, kecuali kita berada di negara komunis yang represif," ujarnya.
Menurut Tifatul, informasi yang beredar di WikiLeaks itu belum tentu benar. Jadi, pemerintah akan mengklarifikasi jika ada informasi-informasi yang tidak sesuai.
"Nah kecuali kalau ada informasi yang tidak sesuai dan tidak benar, ya kita luruskan," ujar Tifatul.
WikiLeaks sejauh ini sudah mengeluarkan sekitar belasan kawat diplomatik Kedubes AS, terkait Indonesia. Misalnya saja ada rencana China dan Australia terhadap Indonesia. Ada juga masalah Munir dan Freeport. Ada juga soal SBY yang akan dimajukan Singapura untuk mengatasi Myanmar.
(feb/fw)