Seorang sumber mantan karyawan RIM bersaksi, pihak RIM panik dan berulangkali mengadakan rapat setelah iPhone diungkap, dengan performa yang ternyata jauh melebihi perkiraan RIM. Sebab sebelumnya, RIM menganggap Apple telah berbohong soal iPhone. Apa pasal?
Pihak RIM pada waktu itu menilai tidak mungkin ada ponsel dengan layar sentuh seluas iPhone memiliki performa daya baterai memadai. iPhone dinilai tidak dapat melakukan hal-hal yang telah didemonstrasikan Apple tanpa prosesor yang sangat haus daya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan tidak hanya RIM, dalam artikel itu juga disebut bahwa pihak pesaing Apple seperti Microsoft, Nokia, Motorola dan Palm semula menganggap iPhone tidak bakal sukses. Status sebagai 'pembesar' industri handset membuat mereka merasa tidak terkalahkan.
Namun ternyata iPhone punya performa baik dan laris manis sampai kini. RIM pun dianggap terlambat menghadirkan saingannya dalam wujud BlackBerry Storm, yang baru dirilis dua tahun setelah iPhone. Dan seperti diketahui, Storm kurang diminati di pasar. (fyk/fw)