Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kolom Venus
Mesin Tik Usang dan Mahasiswa Sekarang
Kolom Venus

Mesin Tik Usang dan Mahasiswa Sekarang


- detikInet

Jakarta - Di sebuah kedai kopi di Medan, dua minggu yang lalu, saya tersenyum-senyum sendiriΒ  melihat barang-barang lama yang dipajang di sepanjang dindingnya. Ada foto hitam putih perkebunan kopi dalam pigura besar, mesin jahit merk Singer, kaleng-kaleng kerupuk berbagai model dan ukuran.

Di dekat pintu masuk, beralas sebilah papan yang cukup tebal, diletakkan sebuah mesin tik warna hitam. Saya lupa memerhatikan merknya, tapi mesin tik itu terlihat sudah sangat tua. Entah produksi tahun berapa.

Dulu, jaman masih sekolah dan suka iseng malem-malem nulis puisi dan cerpen asal-asalan, biasanya saya pinjam mesin tik punya bapak saya. Dan ya, lagi-lagi saya lupa apa merknya. Brother, kalau tidak salah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, mesin tik yang saya temukan di kedai kopi kecil yang nyaman dan beratmosfer jadul –tapi sudah dilengkapi koneksi internet yang cepatβ€” itu, terlihat jauh lebih tua dari model yang dulu saya biasa pakai.

Jadi ingat beberapa malam yang lalu. Di sebuah acara gathering para penggiat online di ballroom sebuah hotel di Jakarta, di sebelah saya duduk seorang perempuan. Masih sangat muda. Belakangan saya tau, dia masih kuliah. Kami tidak sedikit pun ngobrol. Saya sibuk dengan teman-teman satu rombongan, dan si nona iniΒ  lebih banyak diam, sibuk mengetik sesuatu di layar gadgetnya.

Kesibukannya mengetik --tepatnya menyentuh-nyentuh layar smartphonenya yang lebar dan terlihat masih baru-- terhenti ketika saya juga akan mulai mengetik sesuatu.

β€œWah, mbak main angry birds juga ya?”

Saya nyengir, dan mulailah kami ngobrol tentang game-game favorit, gadget, dan aplikasi-aplikasi terkini. Seperti perempuan-perempuan sekarang pada umumnya, nona ini lumayan melek gadget, dan lancar bicara tentang teknologi mobile internet.

Bukan sesuatu yang istimewa. Tapi di akhir obrolan, saya sedikit kaget waktu dia bilang, β€œenak banget pake yang ini, mbak. kebantu banget. sekarang kalo kuliah, aku gak pernah lagi bawa buku. semua nyatetnya di sini aja.”

Membayangkan si nona –dan mungkin gadis-gadis lain seusianyaβ€”duduk di ruang kuliah, mencatat materi kuliah dengan cara menyentuh-nyentuh layar seperti itu, agak terasa aneh buat saya.

Tidak ada lagi jari tangan kotor kena tinta, tidak dibutuhkan lagi tipp-ex jika ada tulisan yang perlu dihapus. Sedikit absurd buat saya, yang kebetulan mengalami masa-masa di mana semua dikerjakan serba manual. Tapi zaman –dan trend-- memang mustahil dibendung.

Ah, jadi kangen mengetik di mesin tik tua milik bapak. Kangen mendengar suara tak-tik-tak-tik yang berisik saat menulis cerpen malam-malam :)



VenusTentang Penulis: Venus adalah seorang blogger dan social media specialist. Ia bisa dihubungi di http://venus-to-mars.com atau melalui akun @venustweets di Twitter.
(wsh/wsh)







Hide Ads