Pun demikian, Bartz tak memungkiri jika aksi ini juga dapat membantu sang raksasa internet itu untuk memangkas beban biaya yang menjeratnya.
"Adapun kekuatan Yahoo terletak di layanan email, mesin pencarian, mobile, advertising, dan konten," tukasnya melalui memo yang dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (23/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menegaskan jika Yahoo tak melepas karyawan yang menjadi korban pemangkasan ini begitu saja. Namun mereka juga akan dibekali dengan pesangon yang jumlahnya bervariasi tiap individu.
"Perlu diketahui bahwa kita membantu mereka yang terkena aksi pemangkasan ini dengan uang pesangon dan tunjangan, ditambah fasilitas untuk membantu mereka menemukan pekerjaan lain," tukasnya.
Yahoo sendiri per September 2010 lalu tercatat memiliki sekitar 14.000 karyawan. Namun aksi PHK ini dikabarkan telah memakan korban sekitar 4 persen dari total karyawan itu atau sekitar 600 pekerja.
Tak hanya aksi PHK, demi nama 'efisiensi biaya', Yahoo juga berencana untuk mematikan sejumlah produknya. Layanan yang dipastikan akan di-shut down adalah Yahoo Buzz. Adapun untuk Delicous, Yahoo memastikan hanya memisahkan bisnis unit produk tersebut, tidak dimatikan.
(ash/rns)