Kelompok tersebut berada di balik serangan ke situs MasterCard, Visa, PayPal dan banyak lagi. Serangan itu dilakukan sebagai bentuk 'pembelaan' terhadap perilaku tidak adil yang dialami WikiLeaks.
Dikutip detikINET dari Softpedia, Jumat (10/12/2010), Jaksa Agung di Belanda mengatakan serangan tersebut terlacak hingga ke Belanda, sehingga menimbulkan penyelidikan dari Satgas Kriminalitas Teknologi Tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak jelas sebesar apa peran remaja usia muda ini dalam serangan Distributed Denial of Service yang disebut Operation Payback.
Kelompok Anonymous sendiri diduga terdiri atas banyak orang. Seperti disampaikan oleh juru bicara yang memiliki sebutan Coldblood, kelompok itu 'percaya diri karena jumlahnya besar'.
Meski begitu, jumlah yang besar itu ternyata tidak menjamin anggotanya akan selalu aman dari tangkapan pihak berwajib. Selain kasus di Belanda, beberapa anggota kelompok Anonymous juga pernah ditangkap dalam kasus yang berbeda.
Dua orang, Dmitriy Guzner (19) dan Thomas Mettenbrink (20) ditangkap di Amerika Serikat dalam kasus serangan ke situs Church of Scientology.
Satu orang, Steve Slayo (19), ditangkap di Australia karena terlibat penyerangan ke beberapa situs pemerintah dalam serangan bernama Operation Titstorm.
(wsh/wsh)