Meski PayPal Ditutup, Wikileaks Tetap Galang Dukungan

Meski PayPal Ditutup, Wikileaks Tetap Galang Dukungan

- detikInet
Minggu, 05 Des 2010 09:30 WIB
Jakarta - Mengalami pengusiran dan mendapat tekanan dari berbagai pihak tak menyurutkan tekad Wikileaks untuk terus menjalankan misinya, yakni membocorkan dokumen rahasia diplomatik Amerika Serikat (AS). Situs Whistleblower ini pun meminta dukungan kepada siapa saja untuk membantu operasional mereka.

Melalui Twitternya, Wikileaks mengumumkan hal ini disertai tautan ke halaman dukungan Wikileaks. Tak hanya meminta dukungan moral, Wikileaks juga membuka rekening bagi pendukung yang berniat memberikan donasi.

"Berbagilah rilis Wikileaks dengan teman. Sebarkan wallpaper kami dan berikan donasi untuk mendukung infrastruktur vital. Jika Anda percaya demokrasi dan transparansi berjalan seiringan, ini saatnya berdiri dan berkata: dunia membutuhkan Wikileaks," demikian pengumuman yang disampaikan Wikileaks, seperti dikutip detikINET dari halaman dukungan Wikileaks, Minggu (05/12/2010).

Account Donasi Ditutup PayPal


Sayangnya, PayPal, salah satu perusahaan yang tercantum di halaman dukungan Wikileaks sebagai perantara penerimaan donasi, kini telah menutup akun rekening donasinya untuk Wikileaks. "PayPal berhenti dukung WikiLeaks setelah adanya tekanan dari pemerintah AS," sebut Wikileaks dalam tweetnya.

Kabar yang beredar menyebutkan pihak PayPal tidak bersedia memfasilitasi Wikileaks yang dinilainya telah melakukan aktivitas ilegal. Dengan demikian, PayPal bergabung dengan pemerintah AS dan Prancis untuk menggencet WikiLeaks bersama dengan Amazon, Tableu Software, EveryDNS dan pihak lainnya.

Meski mengalami pengusiran dan dimusuhi banyak pihak, tak sedikit pula yang mendukung Wikileaks. Salah satunya dapat dilihat dari jumlah anggota akun grup Facebook Wikileaks yang jumlahnya telah melampaui enam ribu orang.

(rns/wsh)