Para pakar marketing dan social media nampaknya punya dua pendapat berbeda soal ini. Dari perspektif ilmu pemasaran, sebagian berkeyakinan bahwa era digital dan new media memungkinkan kita percaya bahwa bumi memang datar. The world is flat.
Sebagian yang lain menyangkal, dan mengatakan bahwa terlalu naif menganggap bumi sedatar itu. Pesatnya perkembangan teknologi informasi, nyatanya, belum menyentuh semua kalangan. Itu sebabnya, mereka bilang βthe world is curvedβ.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, Pandji dan kawan-kawan berkibar dengan Indonesia Unite. Kita juga punya Akademi Berbagi, sebuah lembaga belajar informal yang difasilitasi oleh detikcom. Satu cara baru belajar sesuatu tanpa harus bersekolah formal, dan semuanya serba gratis. Komunitas penggiat online juga mengenal Obsat (Obrolan Langsat). Kita juga mengenalΒ komunitas Blogger Peduli, yang bersama-sama dengan banyak kelompok lain, saling mendukung ketika terjadi bencana alam seperti ledakan gunung berapi, gempa, banjir bandang, atau tsunami, di berbagai pelosok negeri.
Fakta bahwa masyarakat Indonesia memanfaatkan teknologi dan new media dengan berbagai variannya (sebut saja: blog, twitter, koprol, facebook) untuk hal-hal positif seperti ini, membuat dunia takjub. Sungguh membesarkan hati mendengar reaksi dan komentar para peserta diskusi, ketika kami bergantian menjelaskan tentang social mediaΒ di Indonesia, dan apa saja yang kami lakukan dengan media baru tersebut.
Kembali ke Khan Academy yang βgantianβmembuat saya terkagum-kagum. Dari pencarian singkat di mesin pencari Google, saya semakin sadar, ada begitu banyak hal positif yang bisa kita lakukan demi kebaikan banyak orang.
Internet membuat segalanya menjadi murah, bahkan bisa saja gratis. Melalui ribuan video yang diunggah di Youtube, siapa pun bisa belajar tentang matematika, science, sejarah, atau ekonomi. Salman Khan yang menyandang beberapa gelar sarjana dari MIT, bermurah hati membagi ilmunya. Gratis, untuk siapa saja, di belahan bumi mana pun kita tinggal. Luar biasa.
Jadi apakah bumi itu bundar atau datar, rasanya tak penting lagi untuk diperdebatkan.
![]() | Tentang Penulis: Venus adalah seorang blogger dan social media specialist. Ia bisa dihubungi di http://venus-to-mars.com atau melalui akun @venustweets di Twitter. |
