Kolaborasi ini merupakan hasil kerjasama dari Nokia Siemens Networks (NSN), Universitas Tanjungpura dan peneliti dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
Inti dari kerjasama ini sebetulnya sederhana. Dengan menggunakan layanan pesan singkat, peneliti dari BPPT mengembangkan solusi pemantauan OnLimo yang menggunakan sensor untuk melacak tingkat polusi di Kapuas yang merupakan sungai terbesar di Kalimantan dan menjadi sumber utama pasokan air di wilayah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian institusi-institusi tersebut memiliki cukup waktu untuk melakukan upaya-upaya pencegahan pencemaran, dan memperingatkan para penduduk yang tinggal di sepanjang sungai agar membantu melakukan pembersihan.
Secara keseluruhan, sistem ini membantu mencegah kerusakan di Sungai Kapuas dan secara tidak langsung meningkatkan kualitas hidup di Kalimantan Barat melalui pengelolaan kualitas pasokan air yang lebih baik.
"Nokia Siemens Networks adalah pemimpin dalam kelestarian lingkungan. Kami menyerukan kepada semua sektor untuk secara aktif bekerjasama dan meningkatkan kinerja lingkungan serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan," kata Richard Kitts, Head of Indonesia sub-region, Nokia Siemens Networks dalam keterangannya, Jumat (19/11/2010).
Untuk proyek ini, NSN membantu merancang cetak biru untuk pengukuran kualitas air, bekerjasama dengan para peneliti BPPT untuk mendapatkan sistem OnLimo, dan mendukung pelaksanaan dan operasional program.
Sementara Universitas Tanjungpura menyediakan bantuan teknis dan menjalanan tugas harian pemantauan dan implementasi. Selain itu, staf dari Universitas Tanjungpura juga mengedukasi masyarakat serta menyelenggarakan seminar bagi para pengambil keputusan dan institusi pemerintah terkait agar mereka dapat memainkan peran aktif dalam program ini.
(ash/rns)