Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
FotoINET
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
FotoINET

12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding


Pool - detikInet

Jakarta - Dari kecelakaan pesawat hingga insiden yang tak terduga, 12 kesalahan ini berujung tragedi besar. Kisah di baliknya dijamin bikin merinding.
Jesica Santillan menempuh perjalanan panjang dari Meksiko ke Amerika Serikat demi mendapatkan transplantasi jantung yang bisa menyelamatkan hidupnya. Namun, harapan itu berubah menjadi tragedi ketika dokter memasang jantung dan paru-paru dari donor dengan golongan darah yang tidak cocok. Kesalahan fatal tersebut memicu penolakan organ, membuat kondisi Jesica terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal otak pada usia 17 tahun pada Februari 2003. Foto: Getty Images/Duke University Archives. Foto: Boredpanda
Penerbangan Aeroflot 593 berakhir tragis pada 23 Maret 1994 setelah seorang pilot mengizinkan kedua anaknya masuk ke kokpit dan mencoba mengendalikan pesawat saat berada di udara. Putranya yang berusia 16 tahun tanpa sengaja memberikan tekanan pada kemudi hingga menonaktifkan sebagian sistem autopilot, membuat Airbus A310 kehilangan kendali. Meski para pilot berusaha memulihkan keadaan, pesawat akhirnya menukik dan menghantam Pegunungan Altai, menewaskan seluruh 75 orang di dalamnya. Foto: Wikimedia Commons. Foto: Boredpanda
Yuris Cristel Camila GarcΓ­a Manrique sempat mengungkapkan ketakutannya sebelum menaiki seluncuran raksasa di taman hiburan Entre Flores, Kolombia. "Apakah ada yang akan menjemputku?" tanyanya kepada operator wahana sesaat sebelum meluncur. Beberapa detik kemudian, ban yang ditumpanginya keluar jalur dan membuatnya terjatuh dari ketinggian sekitar 4,5 meter. Yuris mengalami cedera parah dan meninggal dunia di rumah sakit, sementara keluarganya menuntut penyelidikan penuh atas insiden tersebut. Foto: X/@AlertaMundoNews. Foto: Boredpanda
Liburan keluarga Jaramillo berubah menjadi mimpi buruk saat rakit wahana Raging River di Adventureland, Iowa, terbalik pada Juli 2021. Sabrina Jaramillo dan keluarganya terjebak di bawah air setelah rakit dipenuhi air dan terguling ketika mereka masih mengenakan sabuk pengaman. Putranya yang berusia 11 tahun, Michael Jaramillo, meninggal dunia setelah terperangkap di bawah air, sementara keponakannya mengalami luka serius. Tragedi ini memicu gugatan besar terhadap pengelola wahana dan kembali memunculkan sorotan soal standar keselamatan taman hiburan. Foto: Boredpanda
Maria Eduarda Rodrigues de Freitas, 21 tahun, tewas setelah melompat dari jembatan untuk atraksi bungee jumping di Limeira, Brasil, pada Juni 2026. Tragedi itu terjadi karena instruktur diduga lupa mengaitkan tali pengaman ke tubuh Maria sebelum ia didorong dari ketinggian sekitar 40 meter. Sesaat setelah melompat, terdengar teriakan panik "Tali! Tali!" dari lokasi kejadian. Tiga petugas penyelenggara kemudian ditangkap dan diselidiki atas dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian korban. Foto: Boredpanda
Charlene Murphey, 75 tahun, meninggal setelah menerima obat yang salah saat menjalani perawatan di Vanderbilt University Medical Center pada 2017. Perawat RaDonda Vaught bermaksud mengambil obat penenang Versed, tetapi justru memberikan vecuronium, obat pelumpuh otot yang dapat menghentikan fungsi pernapasan. Kesalahan beruntun tersebut menyebabkan Charlene mengalami kerusakan otak permanen dan meninggal sehari kemudian. Kasus ini memicu perdebatan nasional di Amerika Serikat tentang batas antara kesalahan medis dan tanggung jawab pidana tenaga kesehatan. Foto: Boredpanda
Tyre Sampson, remaja 14 tahun asal Missouri, tewas setelah terjatuh dari wahana Orlando FreeFall di ICON Park, Florida, pada Maret 2022. Investigasi menemukan kursi yang digunakannya telah disesuaikan secara manual hingga celah pengamannya jauh melebihi batas normal, sehingga tubuh Tyre tergelincir saat wahana melambat dari ketinggian sekitar 131 meter. Tragedi ini memicu sorotan besar terhadap prosedur keselamatan wahana ekstrem dan berujung pada penutupan permanen Orlando FreeFall. Foto: Boredpanda
Lima penyelam asal Italia, termasuk profesor ekologi Monica Montefalcone, tewas saat menjelajahi sistem gua bawah laut di Atol Vaavu, Maladewa, pada Mei 2026. Kelompok tersebut hilang ketika melakukan penyelaman hingga kedalaman sekitar 60 meter di area yang dikenal sebagai "gua hiu". Jenazah mereka ditemukan beberapa hari kemudian di bagian gua yang sangat dalam dan gelap, sementara penyebab pasti tragedi itu masih diselidiki. Insiden ini juga merenggut nyawa seorang anggota Penjaga Pantai Maladewa yang ikut dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Foto: Boredpanda
Rebecca Gannon, penyelam bersertifikat asal Inggris, meninggal dunia saat mengikuti penyelaman di lepas pantai Saranda, Albania, pada September 2022. Wanita berusia 29 tahun itu dilaporkan mengalami masalah saat berada di dalam air setelah sebelumnya terdapat dugaan kendala pada regulator pernapasannya. Kematian Rebecca memicu penyelidikan terhadap operator penyelaman dan instruktur yang mendampinginya, sementara sang ayah terus memperjuangkan keadilan karena meyakini putrinya bisa diselamatkan jika penanganan darurat dilakukan lebih cepat. Β Foto: Boredpanda
Kebakaran hebat saat pesta Tahun Baru 2026 di sebuah bar bawah tanah di resor ski Crans-Montana, Swiss, menewaskan 41 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Api diduga berasal dari kembang api yang dipasang pada botol sampanye dan menyambar material peredam suara di langit-langit ruangan yang penuh pengunjung. Salah satu korban tewas adalah Cyane Panine, 24 tahun, staf bar yang saat itu bertugas mengantar sampanye kepada pelanggan. Tragedi ini memicu penyelidikan besar terkait dugaan kelalaian keselamatan dan pelanggaran prosedur di lokasi hiburan tersebut. Foto: Boredpanda
Sunbok You, CEO perusahaan konstruksi SBY America, tewas dalam kecelakaan tragis di lokasi pembangunan pabrik baterai Hyundai-LG di Georgia, Amerika Serikat, pada Maret 2025. Pria berusia 45 tahun itu tertabrak forklift saat menyeberang area proyek yang luas. Investigasi menemukan pengemudi forklift sedang menggunakan ponsel saat mengoperasikan kendaraan dan meninggalkan lokasi setelah insiden terjadi. Kasus ini memicu penyelidikan OSHA serta kembali menyoroti masalah keselamatan kerja di salah satu proyek konstruksi terbesar di Amerika Serikat. . Foto: Boredpanda
Bencana Piper Alpha pada 6 Juli 1988 bermula dari kesalahan komunikasi saat perawatan rutin di anjungan minyak terbesar di Laut Utara. Sebuah pompa yang seharusnya tidak dioperasikan kembali dinyalakan tanpa sepengetahuan operator bahwa katup pengamannya sedang dilepas, memicu kebocoran gas dan ledakan dahsyat. Rangkaian ledakan yang terjadi sepanjang malam menghancurkan sebagian besar anjungan dan menewaskan 167 dari 226 pekerja yang berada di lokasi. Tragedi ini dikenang sebagai salah satu kecelakaan industri minyak lepas pantai paling mematikan dalam sejarah. Foto: Boredpanda
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
12 Kesalahan yang Berujung Tragedi, Kisahnya Bikin Merinding
(/)
TAGS






Hide Ads
LIVE