Google ingin agar situsnya yang masih dalam versi beta ini menjadi perhentian pertama bagi mereka yang suka berbelanja online, terutama kaum hawa pecinta fashion atau fashionista ketika hendak membeli pakaian dan aksesoris.
Dilansir Wall Street Journal dan dikutip detikINET, Kamis (18/11/2010), Boutique.com menggunakan kurator manusia, pengenalan visual dan teknologi mesin pembelajaran untuk merekomendasikan barang ke pembeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Google bekerjasama dengan sekitar 100 fashion taste-maker seperti selebriti, pengarah gaya, dan perancang untuk memilih pakaian yang mereka sukai dan mengajarkan mesin algoritma Google mengenai gaya dan selera. Mitra kami termasuk Oscar de la Renta dan retailer Scoop NYC," kata Produt Manager Gogle, Munjal Shah.
Tentu saja, langkah ini mendorong perusahaan yang berpusat di Mountain View, California itu bergabung dalam pasar fashion online yang kini tengah berkembang pesat.
Firma riset ComScore menyebutkan, ini adalah pasar yang menjanjikan. Bagaimana tidak, berdasarkan catatan ComScore, pada 2009 industri fashion dan aksesori online di Amerika Serikat (AS) membukukan angka hingga USD 19 miliar. ComScore memprediksi, angka ini akan terus berkembang sangat pesat. Maka, tak heran jika Google melirik pasar ini.
Boutiques.com untuk saat ini memang baru tersedia bagi online shopper di AS. Namun ke depannya Google berjanji akan memperluas layanannya ke negara lain. (rns/fyk)