Kebijakan ini dilakukan situs berbagi video milik Google itu menyusul protes keras menanggapi kehadiran video Al Qaeda di YouTube. Karena dinilai menampilkan kekerasan, para pejabat di beberapa negara dan pengguna internet memaksa YouTube untuk menarik video-video tersebut.
Chief Executive Google Eric Schmidt mengatakan, pihaknya merasa perlu menambah pegawai yang khusus meninjau semua video di YouTube karena sulit memonitor konten dan komentar tak pantas secara alogoritma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
YouTube memang cukup dibuat repot dengan kehadiran video Al-Qaeda. Seperti diketahui, dua pekan silam, YouTube mulai mengenyahkan video Al-Qaeda dari situsnya setelah pemerintah Inggris mengontak pejabat Gedung Putih di Amerika Serikat, mengadukan konten tersebut. (fyk/ash)