Dari jumlah itu, seperti dikutip detikINET dari Hindustan Times, Senin (27/9/2010), lebih dari separuh responden anak-anak mengaku menghabiskan lebih dari lima jam dalam sehari untuk berselancar di dunia maya.
Umumnya, aktivitas online yang dilakukan anak-anak tersebut masih positif, seperti untuk mengerjakan tugas dari sekolah, email, real-time chatting, serta untuk membuka situs jejaring sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tren ini muncul terutama di kawasan perkotaan di mana biasanya kedua orangtua mereka bekerja," kata sekretaris Assocham, DS Rawat.
Namun efek samping dari kebiasaan ber-internet berlebihan bagi anak-anak kelompok usia 8-18 tahun, bisa berakibat susah tidur (insomnia), kurang peka terhadap lingkungan, dan bahkan terancam obesitas (kelebihan berat badan).Berdasarkan simpulan dari survei itu juga, kurangnya pengawasan di rumah dan perasaan rendah diri ternyata menjadi salah satu pemicu anak-anak menjadi pecandu internet.
(feb/rou)