Dikutip detikINET dari News, Jumat (24/9/2010), menurut hasil penelitian yang juga ditulis di Jurnal Adolescent Health, korban cyber bullying tidak tahu siapa pelaku yang membuatnya ketakutan sehingga hal itulah yang membuat mereka semakin rentan.
Para peneliti menganalisis data dari 4.500 remaja dan anak-anak yang ditanya tentang jenis kekerasan yang pernah dialami serta setiap efek depresi yang pernah dirasakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara para korban cyber bullying ditemukan memiliki tingkat depresi paling tinggi daripada kelompok lain yang hanya dipukuli atau diejek.
Tim peneliti yang sama juga pernah meneliti pada tahun sebelumnya dan melaporkan bahwa sebanyak 20,8 persen remaja AS pernah ditindas. Sebanyak 53,6 persen pernah diganggu secara verbal dan 51,4 persen ditindas sosial sementara 13,6 persen lainnya ditindas via perangkat elektronik.
(feb/ash)