Kebijakan baru ini muncul diduga karena bocornya sebuah audit mengenai penggunaan internet oleh para anggota parlemen setempat. Terungkap bahwa cukup banyak anggota parlemen ini mengakses pornografi dengan komputer di tempat kerja. Masyarakat pun jadi mempertanyakan kinerja para wakilnya.
Audit tersebut memang telah membawa 'korban'. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anggota parlemen yang juga menjabat menteri di New South Wales lengser karena kedapatan mengakses situs yang tidak pantas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fazio menyatakan, memo khusus bakal dikirim pada para anggota parlemen yang berisi pengumuman kebijakan baru tentang akses situs porno. Diharapkan mereka akan mematuhinya sehingga tak sembarangan lagi mengutak-atik internet. Demikian seperti dilansir OneIndia dan dikutip detikINET, Selasa (7/9/2010).
(fyk/ash)