Setelah menelusuri salah satu situs porno yang berbasis di Queensland, Australia, pihak kepolisian negara Kangguru itu akhirnya berhasil menemukan 35 komputer dan 169 DVD pornografi anak yang tersebar di 17 rumah.
Detektif Inspektur Phil Hoff dari bagian investigasi kejahatan seksual
mengatakan bahwa kemungkinan ada beberapa gambar yang korbannya berasal dari Australia Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
orang yang didakwa dengan kepemilikan pornografi anak, namun pihak polisi akan terus mengejar tersangka lainnya dengan menganalisa komputer yang telah
disitanya.
"Predator yang bersembunyi di balik dunia maya di mana anak muda pun bisa datang dan mencoba mengeksploitasi mereka," tutur Dr Rahamathulla, seorang peneliti ilmu sosial dari Universitas Flinders.
Dia juga mengingatkan, sebanyak 10 sampai 15 persen warga Australia yang berusia 15 hingga 17 tahun berani mengambil kesempatan untuk melakukan kejahatan pornografi anak melalui situs jejaring sosial.
"Para predator anak yang semula hanya memiliki chat room kini juga memiliki akun di Facebook, Twitter dan masih banyak lagi. Bagian terburuknya dari Facebook adalah saat anak mengupload informasi pribadi maka data itu akan tersimpan selamanya," tutupnya.
(feb/rns)