Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Facebook Hapus Iklan yang 'Menghalalkan' Ganja

Facebook Hapus Iklan yang 'Menghalalkan' Ganja


- detikInet

Jakarta - Facebook kembali bersih-bersih. Setelah diprotes lantaran adanya adegan wanita bertelanjang dada dan obat-obatan terlarang pada film tentang proses pendirian Facebook, The Social Networks. Kali ini sebuah kampanye di Amerika Serikat (AS) yang memperjuangkan legalisasi ganja kena getahnya.

Pihak di balik kampanye tersebut mengaku telah mengucurkan uang sebesar USD 5.000 atau sekitar Rp 44 juta untuk beriklan di situs besutan Mark Zuckerberg ini. Namun setelah tayang selama seminggu dan dilihat sebanyak 38 juta kali, iklan itu lenyap.

Seorang juru bicara Facebook mengatakan bahwa sebetulnya mereka tidak mempermasalahkan legalisasi ganja, tetapi daun ganja yang digunakan dalam iklan tersebut dinilai ikut mempromosikan rokok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bicara tentang pidato politik bebas. Kami tidak mendorong orang untuk melakukan sesuatu yang ilegal," ujar Micheal Whitney, Direktur Kampanye kelompok yang memiliki motto 'Just Say Now' itu.

Seperti dikutip detikINET dari The 420 Times, Rabu (25/8/2010), Facebook sendiri sebetulnya berhak untuk membuat aturan yang menurutnya pantas.

Toh, dengan 500 juta pengguna Facebook di seluruh dunia, situs jejaring sosial raksasa itu pun seolah-olah bisa melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Walau memang sedikit aneh mengkategorikan sebuah daun sebagai perlambangan untuk mempromosikan rokok.

'Just Say Now' sendiri adalah sebuah kampanye yang bertujuan agar ganja mendapatkan status 'halal' dari negara. Kampanye ini dipelopori oleh blog Firedoglake.com dan komunitas mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan obat-obatan di AS.
(feb/ash)







Hide Ads