Pihak di balik kampanye tersebut mengaku telah mengucurkan uang sebesar USD 5.000 atau sekitar Rp 44 juta untuk beriklan di situs besutan Mark Zuckerberg ini. Namun setelah tayang selama seminggu dan dilihat sebanyak 38 juta kali, iklan itu lenyap.
Seorang juru bicara Facebook mengatakan bahwa sebetulnya mereka tidak mempermasalahkan legalisasi ganja, tetapi daun ganja yang digunakan dalam iklan tersebut dinilai ikut mempromosikan rokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip detikINET dari The 420 Times, Rabu (25/8/2010), Facebook sendiri sebetulnya berhak untuk membuat aturan yang menurutnya pantas.
Toh, dengan 500 juta pengguna Facebook di seluruh dunia, situs jejaring sosial raksasa itu pun seolah-olah bisa melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Walau memang sedikit aneh mengkategorikan sebuah daun sebagai perlambangan untuk mempromosikan rokok.
'Just Say Now' sendiri adalah sebuah kampanye yang bertujuan agar ganja mendapatkan status 'halal' dari negara. Kampanye ini dipelopori oleh blog Firedoglake.com dan komunitas mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan obat-obatan di AS.
(feb/ash)