Dikutip detikINET dari NZ Herald, Jumat (13/8/2010), aplikasi ini rencananya akan dibanderol seharga US$ 4,99 atau sama seperti versi cetaknya.
Namun, lolosnya aplikasi dari perusahaan yang biasa menampilkan pose-pose hot itu tak serta merta disambut baik oleh para pengguna. Sejumlah perdebatan sengit pun terjadi di forum internet maupun di editorial App Store.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple memang telah lama mendeklarasikan produknya bebas konten porno dengan cara memblokir pengguna untuk mengunduh aplikasi-aplikasi yang berbau mesum. Pasalnya, perusahaan yang digawangi Steve Jobs ini berharap produknya mendapat sambutan hangat dari keluarga dan institusi pendidikan.
(feb/ash)