Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pengguna Ponsel Jadi Incaran Serius Pengiklan

Pengguna Ponsel Jadi Incaran Serius Pengiklan


- detikInet

Jakarta - Ratusan juta pengguna ponsel di Indonesia mulai jadi incaran serius para pengiklan. Lahan bisnis basah ini mulai menggeliat berkat pesatnya pertumbuhan pelanggan telepon nirkabel berbasis seluler dan fixed wireless access (FWA).

Berdasarkan data terakhir yang dirilis oleh Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), 180 juta nomor seluler tercatat aktif digunakan oleh penduduk Indonesia. Sedangkan nomor FWA yang tercatat berkisar 26 juta pelanggan.

Data dari inMobi, perusahaan mobile advertising global, bahkan mencatat dari populasi 234 juta jiwa penduduk di Indonesia, 56,8% di antaranya konon memiliki satu atau lebih telepon seluler.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seiring dengan perkembangan teknologi, ponsel cerdas alias smartphone pun semakin murah dan mudah didapat. Sehingga setiap orang dapat mengakses internet dengan mudah.

Bahkan, menurut inMobi, banyak di antara pengguna internet yang pertama kali mengakses dan terhubung ke dunia maya melalui ponsel mereka.

Nah, dengan kian banyak beredarnya ponsel berkemampuan akses internet, ponsel pun kini mulai dilirik jadi pilihan utama untuk media beriklan.

Sebab, selain rata-rata orang jarang mematikan ponselnya, pengakses internet di Indonesia kini tercatat lebih banyak mengakses lewat ponsel ketimbang lewat internet rumahan berbasis fixed line.

"Semua faktor tersebut memperluas akses bagi para penjual untuk mencapai target konsumen mereka," jelas Emmanuel Allix, VP & Managing Director InMobi Asia Pasifik kepada detikINET, Selasa (3/8/2010).

Walaupun periklanan mobile merupakan hal yang cukup baru dalam industri ini, terutama di Indonesia, sebagian besar pendapatan masih datang dari layanan berbasis tulisan (text-based service).

Menurut inMobi, pasar data mobile masih relatif belum tereksploitasi dan merupakan lahan baru bagi para penjual untuk mencoba sumber penghasilan baru dalam bentuk periklanan yang berbeda.

Salah satu contohnya adalah iklan yang berbasis lokasi (location based services) yang akan menjadi bentuk utama dari pemasaran bertarget. Bentuk lainnya adalah mobile commerce dan mobile payment.

"Kami berharap teknologi ini semakin dikenal masyarakat dan berkembang pesat, sehingga dapat membentuk cara baru dalam berinteraksi antara konsumen dan penjual," kata Allix.

Meski belum bisa memperkirakan besar pasar dan nilai bisnis mobile advertising di Indonesia, namun inMobi yang berkiprah sejak 2009 lalu di negeri ini telah berhasil meraih keuntungan yang cukup besar untuk iklan di ponsel.

"Jika dilihat dari hasil yang kami dapat, tiap bulannya penghasilan dari mobile advertising rata-rata tumbuh 20%. Dari Januari hingga Mei 2010 penayangan iklan kami tumbuh dari 2 miliar menjadi 4,9 miliar," ungkap Allix.

Melihat angka ini, mobile advertising InMobi yang telah merambah lebih dari 179 juta pelanggan seluler di Asia, Afrika, Amerika Utara dan Eropa, ini kian optimistis pasar iklan seluler di Indonesia akan berkembang lebih cepat lagi.

Adapun sejumlah perusahaan yang telah menjadi klien untuk jaringan iklan inMobi di Indonesia adalah Nokia, Google, Indosat, dan Samsung.

(rou/ash)







Hide Ads